Inklusi keuangan merupakan aspek penting dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, terutama bagi masyarakat dan individu yang terpinggirkan. Akses terhadap layanan keuangan dasar seperti tabungan, kredit, asuransi, dan layanan pembayaran sangat penting bagi individu untuk berpartisipasi penuh dalam perekonomian dan meningkatkan penghidupan mereka. Namun, banyak orang, terutama di negara-negara berkembang, masih kekurangan akses terhadap alat-alat keuangan penting ini.
Salah satu solusi inovatif yang muncul dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatasi masalah ini adalah Susu, sebuah asosiasi simpan pinjam bergilir tradisional (ROSCA) yang telah dimodernisasi dan didigitalkan agar lebih mudah diakses dan efisien. Susu telah digunakan selama berabad-abad di berbagai budaya di seluruh dunia, namun kini digunakan sebagai alat yang ampuh untuk inklusi dan pemberdayaan keuangan di era digital.
Susu bekerja dengan mengumpulkan sekelompok individu yang setuju untuk menyumbangkan sejumlah uang ke dana bersama secara rutin, biasanya mingguan atau bulanan. Setiap anggota secara bergiliran menerima jumlah total kontribusi, memberikan mereka sejumlah uang yang dapat mereka gunakan untuk berbagai tujuan seperti memulai atau memperluas bisnis, membayar biaya pendidikan atau kesehatan, atau membangun tabungan untuk masa depan.
Keunggulan utama Susu adalah model berbasis komunitas yang mengedepankan kepercayaan, kerja sama, dan saling mendukung antar anggota. Hal ini memungkinkan individu yang mungkin tidak memiliki akses terhadap lembaga keuangan formal untuk mengumpulkan sumber daya mereka dan menciptakan sumber dana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Dengan berpartisipasi dalam Susu, individu dapat membangun literasi keuangan, mengembangkan kebiasaan menabung, dan mengakses kredit tanpa memerlukan agunan atau riwayat kredit.
Selain itu, Susu telah bertransformasi oleh teknologi, dengan banyak platform dan aplikasi seluler kini menawarkan layanan Susu digital yang memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam grup Susu secara online, melakukan kontribusi dan penarikan secara elektronik, dan melacak transaksi mereka secara real-time. Digitalisasi ini menjadikan Susu lebih nyaman, transparan, dan aman, sekaligus memperluas jangkauannya ke lebih banyak orang yang mungkin tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan tradisional.
Selain itu, Susu mempunyai potensi untuk memberdayakan perempuan dan kelompok marjinal lainnya dengan menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi mereka untuk menabung dan mengakses kredit. Di banyak masyarakat, perempuan memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal karena hambatan budaya, sosial, dan ekonomi. Susu memungkinkan perempuan untuk berkumpul dengan anggota komunitas lainnya dan mengendalikan keuangan mereka, memungkinkan mereka berinvestasi dalam bisnis, mendidik anak-anak, dan meningkatkan standar hidup mereka.
Secara keseluruhan, Susu adalah alat yang ampuh untuk inklusi dan pemberdayaan keuangan yang berpotensi mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan teknologi dan membina kerja sama masyarakat, Susu dapat membantu menjembatani kesenjangan antara sistem keuangan yang tidak memiliki rekening bank dan sistem keuangan formal, menciptakan peluang untuk kemajuan ekonomi, dan mendorong ketahanan dan kemandirian keuangan. Selagi kami terus mengupayakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan adil, Susu menonjol sebagai solusi menjanjikan yang dapat mendorong perubahan positif dan memberdayakan individu untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka sendiri dan komunitasnya.
